kerahiman

Tuesday, April 04, 2006

Sejarah Devosi

Rujukan Gereja Katolik
Mengenai

Hari Minggu Kerahiman Ilahi

1. 30 April 2000:

  • Kanonisasi S. Faustina oleh Sri Paus Yohanes Paulus II
  • Sekaligus diumumkan bahwa Hari Minggu Paskah II adalah Hari Minggu Kerahiman Ilahi, dan Gereja Katolik di seluruh dunia diminta merayakannya.

2. 05 May 2000:

  • Dekrit Misericos et Miserator, diterbitkan tgl 5 Mei 2000 oleh Kongregasi Ibadat dan Sakramen (Vatican): Memutuskan supaya Minggu Paskah II dikhususkan sebagai hari untuk mengenang karunia-karunia rahmat Bapa Yang Maharahim, dan menamakan hari Minggu ini:

“Minggu Kerahiman Ilahi”


3. 29 Juni 2002:

  • Dekrit Apostolic Penitensiary, diterbitkan tgl 29 Juni 2002 oleh Kongregasi Ibadat dan Sakramen (Vatican): Menentukan indulgensi-indulgensi yang terkait dengan devosi untuk menghormati Kerahiman Ilahi:

Indulgensi penuh diberikan dengan syarat-syarat seperti biasanya (menerima Sakramen Tobat, Sakramen Ekaristi dan berdoa bagi ujud Paus) kepada umat beriman yang, pada hari Minggu Paskah II, yaitu Minggu Kerahiman Ilahi, di gereja atau kapel mana pun juga, dengan jiwa yang bebas dari keterikatan pada dosa, termasuk dosa ringan, mengambil bagian dalam doa-doa dan devosi untuk memuliakan Kerahiman Ilahi, atau, di hadapan Sakramen Mahakudus yang ditakhtakan atau tersimpan di dalam tabernakel, mendaraskan doa Bapa Kami dan Aku Percaya (Credo), serta menambahkannya dengan suatu doa tulus kepada Tuhan Yesus Yang Maharahim (misalnya, “Yesus yang Maharahim, Engkaulah Andalanku!”);

Indulgensi partial/sebagian, diberikan kepada umat beriman yang, sekurang-kurangnya dengan hati bertobat, berdoa kepada Yesus yang Maharahim dengan mengucapkan suatu seruan yang disahkan secara resmi.

Bagi mereka yang tidak dapat datang ke gereja atau yang sakit berat

Sebagai tambahan, para pelaut yang bekerja di laut lepas; para saudara dan saudari yang tak terhitung jumlahnya, yang karena musibah perang, peristiwa-peristiwa politik, kekerasan lokal atau peristiwa-peristiwa serupa lain terusir dari tanah air mereka; orang-orang sakit dan para perawatnya, dan semua orang yang karena alasan yang benar tidak dapat meninggalkan rumah atau yang harus melakukan kegiatan demi kepentingan umum yang tak dapat ditunda, dapat memperoleh indulgensi pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, apabila mereka sepenuhnya menolak dosa apa pun, seperti yang telah dikatakan di atas, dan dengan niat memenuhi sesegera mungkin ketiga syarat biasa, berdoa Bapa Kami dan Aku Percaya di hadapan lukisan suci Tuhan Yesus yang Maharahim, lalu menambahkannya dengan suatu seruan saleh kepada Tuhan Yesus yang Maharahim (misalnya “Yesus yang Maharahim, Engkaulah Andalanku!”).

Apabila tidak mungkin umat melakukan hal itu, pada hari yang sama mereka dapat menerima Indulgensi Penuh apabila dengan niat rohani mereka bersatu dengan orang-orang yang melakukan ibadat yang ditetapkan untuk memperoleh Indulgensi dengan cara biasa, dan mempersembahkan kepada Tuhan yang Maharahim suatu doa dan derita-derita penyakit mereka dan kesusahan-kesusahan hidup mereka, dengan memutuskan untuk sesegera mungkin memenuhi ketiga syarat yang ditetapkan untuk memperoleh indulgensi penuh itu.

Kewajiban Imam: memberi penjelasan kepada umat paroki, mendengarkan pengakuan dosa, memimpin doa-doa

Para imam yang melakukan pelayanan pastoral, terutama para imam paroki, harus memberi penjelasan kepada umat beriman dengan cara yang paling sesuai tentang ketetapan Gereja yang bermanfaat ini. Mereka harus segera dan dengan murah hati mau mendengarkan pengakuan dosa umat. Pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, setelah merayakan Misa atau Ibadat Sore, atau selama berlangsungnya upacara devosi kepada Kerahiman Ilahi, dengan sikap yang selaras dengan upacara itu, mereka harus memimpin pembacaan doa-doa yang disebut di atas. Akhirnya, karena “Berbahagialah orang yang berbelaskasihan, karena mereka akan beroleh belas kasihan” (Mat 5:7), serentak dengan membina umat, para imam harus dengan lemah lembut menganjurkan kepada umat beriman agar melakukan perbuatan-perbuatan cinta kasih atau belas kasih sesering mungkin, dengan meneladani dan menaati perintah Yesus Kristus, seperti yang tercantum dalam buku Enchiridion Indulgentiarum.


4. 02 April 2005:

  • Pesan terakhir Paus Yohanes Paulus II kepada dunia, yang diumumkan tak lama setelah ia wafat, berbunyi:

“Dunia perlu memahami dan menyambut Kerahiman Ilahi”.
Pesan ini diumumkan pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi 2005, hari wafatnya.

Dunia dan terutama Gereja Katolik patut menyimak apa yang diwasiatkan “The Great Mercy Pope”. Ia tidak saja Paus yang belas kasihannya sangat besar, tetapi ia juga menulis Ensiklik mengenai Kerahiman Allah: “Dives in Misericordia” yang diterbitkan pada tanggal 30 Nopember 1980. Di dalamnya termuat tiga tugas Gereja dalam bidang kerahiman, sbb.: (bdk Bab VII dan Bab VIII Ensiklik)

1. Gereja mengimani dan mewartakan kerahiman Allah.

2. Gereja berusaha mengamalkan kerahiman/belas-kasihan.

3. Gereja memohon kerahiman Allah.


5. 2001-2005:

  • Dukungan dan teladan pelayanan Mgr I. Suharyo merayakan HMKI di KAS.
  • 2001: Perayaan Ekaristi Pesta Nama Santa Faustina di Karangpanas, Smg.
  • 2002: Berkas Informasi untuk para Imam KAS dengan surat dari KAS. Perayaan Ekaristi HMKI di Katedral, Semarang.
  • 2003: Perayaan Ekaristi HMKI di Katedral, Semarang.
  • 2004: Perayaan Ekaristi HMKI di Gereja Kidul Loji, Yogyakarta.
  • 2005: Perayaan Ekaristi HMKI di Gereja Tanah Mas, Semarang.
  • Sejak tahun 2001 Komisi Liturgi KWI sudah mencantumkan Minggu Kerahiman Ilahi (pada hari Minggu Paskah II) di dalam buku Penanggalan Liturgi.

Semarang, 1 Maret 2006



Paguyuban Devosi Kerahiman Ilahi, Semarang
Jl Gajahmungkur Selatan 7,
Telpon/Fax: +62-24-8319.426 HP: 081.2281.6286
E-mail: paguyubankerahiman@yahoo.co.uk

Inspirasi

INSPIRASI HOMILI

HARI MINGGU

KERAHIMAN ILAHI


Dari Bacaan Injil: Yoh 20:19-31


1. Yesus Menunjukkan Lambung-Nya Kepada Para Murid-Nya.


Pada Hari Minggu Paskah murid-murid berkumpul di sebuah ruangan dengan pintu–pintu rumah dikunci. Yesus datang dengan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”. Dan sesudah itu Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. (Yoh 20:19-20).

Melalui Santa Faustina, Yesus mewahyukan kerahiman-Nya, Kerahiman Ilahi. Pada tanggal 22 Februari 1931, Yesus menampakkan diri kepada Suster Faustina dan minta agar apa yang dilihat Suster Faustina dilukiskan dengan tulisan dibawahnya: ‘Jesu Ufam Tobie’, yang artinya ‘Yesus, Engkau andalanku’. Yesus menjanjikan tiga hal kepada setiap orang yang menghormati lukisan itu (BCH#48):

Ia tidak akan binasa

Ia mendapat kemenangan atas musuh-musuhnya sejak berada di dunia, dan

Ia akan dilindungi oleh Yesus sendiri di saat ajalnya.

Yesus juga minta agar lukisan itu diberkati secara agung dan meriah pada Hari Minggu pertama setelah Paskah, yaitu hari Minggu Pesta Kerahiman (BCH#49).


Yesus, yang dilihat St Faustina 75 th yl, sudah dilukis, dan kini hasil cetak lukisan itu ada di hadapan kita. Tadi/nanti kita akan menghormatinya sebagai bagian dari perayaan Hari Minggu Kerahiman Ilahi.


Yesus ada di hadapan kita dan Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada kita, persis seperti waktu Ia menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada para murid-Nya, 2000 tahun yang lalu. Melalui lukisan ini Yesus memberi berkat-Nya:

“Damai sejahtera bagi kamu!”


Kalau kita memberi salam kepada saudara atau teman kita: “Damai sejahtera bagi kamu!” kita menyatakan harapan kita agar saudara atau teman kita dalam keadaan damai dan sejahtera. Kalau Yesus memberi salam kepada kita “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus bukan sekedar mengharap, tetapi menghendakinya! Yesus menghendaki agar kita dalam keadaan damai dan sejahtera. Dan kalau Yesus menghendakinya, itu akan benar-benar terjadi bagi kita yang menerima salam-Nya dengan penuh iman. Yang kita butuhkan untuk menerima damai dan sejahtera dari Yesus adalah iman kita kepada-Nya: Yesus, Engkau andalanku!


Damai dan sejahtera dari Yesus berarti berkat yang Ia janjikan bagi setiap orang yang menghormati-Nya melalui lukisan Kerahiman-Nya: Mereka tidak akan binasa, mereka mendapat kemenangan atas musuh-musuhnya sejak berada di dunia, dan mereka akan dilindungi oleh Yesus sendiri di saat ajal mereka. Tidak akan binasa berarti tidak akan mati sia-sia dan masuk api abadi, bersama kuasa jahat. Menang atas musuh-musuh berarti tidak akan dikuasai yang jahat. Dan di saat ajal kuasa jahat tidak akan menyentuh jiwa kita, karena kita dilindungi Yesus, dilindungi kuasa kerahiman-Nya. Tidak ada damai dan sejahtera yang lebih indah dari yang dikehendaki Yesus agar kita memperolehnya.


Tapi, sering kali kita menginginkan damai dan sejahtera yang lain, damai dan sejahtera yang duniawi. Asal kita punya uang dan harta yang cukup, kita akan merasa damai dan sejahtera. Padahal uang dan harta tidak pernah cukup, tidak pernah memuaskan secara abadi. Kepuasan yang diberikan hanya sesaat, hanya sementara, hanya semu, palsu! Apakah uang dan harta benar-benar memberi damai dan sejahtera? Seringkali tidak, bahkan sebaliknya! Uang dan harta kekayaan menjadi sumber malapetaka: iri hati, kedengkian, pertengkaran, kejahatan, ketakutan, stress, dan bukan mustahil: kematian. Ada orang yang berusaha menyimpan harta kekayaannya sedemikian rupa sehingga waktu rumahnya terbakar, ia sendiri tidak dapat keluar dan mati bersama harta kekayaannya.


Renungkanlah, damai dan sejahtera mana yang kau kehendaki, apakah damai dan sejahtera yang dikehendaki Yesus, atau damai dan sejahtera yang dikehendaki dunia?


2. Hal Pengampunan Dosa dan Indulgensi Penuh

Yesus berkata:”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”(Yoh 20:21-23)


Teks Injil Yohanes hari ini merupakan rujukan dan landasan yang kuat bagi Gereja –melalui para imam – untuk mengampuni dosa orang dalam Sakramen Tobat, Sakramen Kerahiman Allah. Setiap penjelasan mengenai kuasa Gereja/imam untuk mengampuni dosa merujuk ke ayat-ayat tersebut di atas.


Bukan suatu kebetulan bahwa bacaan ini dibacakan tepat pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Ketentuan mengenai bacaan dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Paskah II sudah ditentukan lama sekali (kapan?). Dan, walaupun bacaan I dan bacaan II untuk tahun liturgi A, B dan C berlainan satu sama lain, bacaan Injilnya tetap sama! Dan, Yesus memastikan dan meminta agar hari ini, Hari Minggu Paskah II dengan bacaan Injil ini, dirayakan sebagai Hari Pesta Kerahiman Ilahi! Sungguh ini bukan kebetulan atau rekayasa, melainkan bimbingan serta penyelenggaraan Ilahi.


Pengampunan yang disediakan oleh Yesus pada Pesta Kerahiman Ilahi bersifat total. Pada hari yang istimewa ini manusia dimungkinkan untuk menerima indulgensi penuh atas dosa dan denda dosanya. Yesus sendiri yang menyatakan kepada S. Faustina (BCH#300). Dan sebagai pengaturannya di Gereja Katolik, pada tanggal 29 Juni 2002, telah diterbitkan Dekrit Penitensiari Apostolik yang diterbitkan Vatican dan yang mengatur tentang syarat-syarat untuk mendapatkan Indulgensi Penuh pada HMKI.


Yesus berkata bahwa hari ini memang istimewa. “…Aku ingin agar Pesta Kerahiman menjadi tempat perlindungan dan tempat penampungan untuk semua jiwa, khususnya para pendosa yang malang. Pada hari itu, kerahiman-Ku yang paling dalam dan lembut membuka. Aku menganugerahkan samudera rahmat ke atas jiwa-jiwa yang mengunjungi sumber kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa yang mengaku dosa dan menerima Komuni Suci akan menerima pengampunan yang menyeluruh dari dosa dan denda dosanya. Pada hari itu, semua gerbang ilahi terbuka dan rahmat akan mengalir keluar. Jangan biarkan jiwa-jiwa takut untuk mendekat pada-Ku, walaupun dosa-dosa mereka sangat besar. Kerahiman-Ku sangatlah besar, sehingga tidak ada pikiran, baik dari manusia maupun malaikat, yang dapat memahaminya secara keseluruhan di sepanjang segala masa. Segala yang ada telah terwujud dari kerahiman-Ku yang paling dalam dan lembut. …” (BCH#699).


Selanjutnya, Dekrit Penitensiari Apostolik merincikan persyaratan untuk mendapatkan indulgensi penuh sbb.:


Indulgensi penuh diberikan dengan syarat-syarat seperti biasanya (menerima Sakramen Tobat, Sakramen Ekaristi dan berdoa bagi ujud Paus) kepada umat beriman yang, pada hari Minggu Paskah II, yaitu Minggu Kerahiman Ilahi, di gereja atau kapel mana pun juga, dengan jiwa yang bebas dari keterikatan pada dosa, termasuk dosa ringan, mengambil bagian dalam doa-doa dan devosi untuk memuliakan Kerahiman Ilahi, atau, di hadapan Sakramen Mahakudus yang ditakhtakan atau tersimpan di dalam tabernakel, mendaraskan doa Bapa Kami dan Aku Percaya (Credo), serta menambahkannya dengan suatu doa tulus kepada Tuhan Yesus Yang Maharahim (misalnya, “Yesus yang Maharahim, Engkaulah Andalanku!”)


Indulgensi partial/sebagian, diberikan kepada umat beriman yang, sekurang-kurangnya dengan hati bertobat, berdoa kepada Yesus yang Maharahim dengan mengucapkan suatu seruan yang disahkan secara resmi.


Bagi mereka yang tidak dapat datang ke gereja atau yang sakit berat


Sebagai tambahan, para pelaut yang bekerja di laut lepas; para saudara dan saudari yang tak terhitung jumlahnya, yang karena musibah perang, peristiwa-peristiwa politik, kekerasan lokal atau peristiwa-peristiwa serupa lain terusir dari tanah air mereka; orang-orang sakit dan para perawatnya, dan semua orang yang karena alasan yang benar tidak dapat meninggalkan rumah atau yang harus melakukan kegiatan demi kepentingan umum yang tak dapat ditunda, dapat memperoleh indulgensi pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, apabila mereka sepenuhnya menolak dosa apa pun, seperti yang telah dikatakan di atas, dan dengan niat memenuhi sesegera mungkin ketiga syarat biasa, berdoa Bapa Kami dan Aku Percaya di hadapan lukisan suci Tuhan Yesus yang Maharahim, lalu menambahkannya dengan suatu seruan saleh kepada Tuhan Yesus yang Maharahim (misalnya “Yesus yang Maharahim, Engkaulah Andalanku!”).


Apabila tidak mungkin umat melakukan hal itu, pada hari yang sama mereka dapat menerima Indulgensi Penuh apabila dengan niat rohani mereka bersatu dengan orang-orang yang melakukan ibadat yang ditetapkan untuk memperoleh Indulgensi dengan cara biasa, dan mempersembahkan kepada Tuhan yang Maharahim suatu doa dan derita-derita penyakit mereka dan kesusahan-kesusahan hidup mereka, dengan memutuskan untuk sesegera mungkin memenuhi ketiga syarat yang ditetapkan untukmemperoleh indulgensi penuh itu.


3. Pesta Kerahiman Ilahi


Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.Semenara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata. “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh 20:26)


Delapan hari setelah Paskah Yesus datang lagi ke tengah-tengah murid-murid-Nya. Kedatangan-Nya pada hari ke delapan setelah Paskah merupakan hadiah bagi murid-murid-Nya. Bagi yang belum percaya akan kebangkitan-Nya, seperti halnya dengan Thomas, Yesus meyakinkannya. Kedatangan Yesus sebagai hadiah Paskah kita rayakan pada hari Minggu setelah Paskah. Ayat Yoh 20:26 tersebut di atas meneguhkan kita.


Selama tujuh tahun terakhir dialog Yesus dengan S.Faustina (1931-1938), paling sedikit delapan kali Yesus minta dan menyatakan kehendak-Nya agar Pesta Kerahiman Ilahi dirayakan pada hari Minggu pertama setelah Paskah. Ada delapan catatan S.Faustina – dari seluruhnya 1828 catatan yang ditulis selama empat tahun – yang memuat permintaan dan perintah Yesus itu (BCH#49, 88, 280, 299, 420, 570, 699, 742).


Setelah menempuh jarak waktu yang cukup lama, akhirnya pada tanggal 30 April 2000 Pesta Kerahiman Ilahi diumumkan secara resmi oleh Sri Paus Yohanes Paulus II. Sejak saat itu, pada hari Minggu Paskah II Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Di banyak Negara, Gereja Katolik bahkan sudah mendahului Vatican dalam merayakan HMKI, khususnya setelah beatifikasi S.Faustina pada HMKI tahun 1993.


Mengapa baru dalam abad ke-20 Yesus menghendaki perayaan Pesta Kerahiman-Nya? Dalam perwahyuan-Nya kepada St Faustina, Yesus menyediakan jawaban atas pertanyaan ini, yaitu berkaitan dengan ajaran mengenai kedatangan-Nya yang kedua sebagai Anak Manusia untuk menghakimi dunia (Mat 25).


Sabda-sabda Yesus kepada St Faustina:

  • “Kau harus mempersiapkan dunia untuk kedatangan-Ku yang terakhir.” (BCH,#429).
  • “Wartakan tentang kerahiman-Ku yang besar ini, karena hari yang tidak menyenangkan, hari keadilan-Ku, sudah dekat.” (BCH,#965).
  • “Mereka yang menolak untuk lewat pintu kerahiman-Ku harus melalui pintu keadilan-Ku.” (BCH,#1146)
  • “Sebelum Hari Keadilan, Aku menyediakan Hari Kerahiman. (BCH,#1588).
  • “…Puteri-Ku, umumkan kepada dunia akan kerahiman-Ku; Hendaknya seluruh dunia mengenal kerahiman-Ku yang tak terselami. Inilah tanda untuk zaman akhir. Sesudahnya akan tiba Hari Keadilan. Selama masih ada waktu, hendaknya manusia bergegas kepada sumber kerahiman-Ku dan memanfaatkan Darah dan Air yang memancar bagi mereka. (BCH,#848).

4. Yesus, Engkau Andalanku


Yesus berkata, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Putera Allah, dan supaya kamu berkat iman memperoleh hidup demi nama-Nya. (Yoh 20:29-31)


Yesus menegaskan bahwa untuk percaya kepada-Nya, kita tidak perlu melihat Yesus dengan mata kepala kita sendiri. Kata-kata Yesus dalam ayat 29 tidak tertuju kepada Rasul Thomas saja, tetapi juga kepada kita. Sekarang, apa reaksi kita terhadap perwahyuan Yesus kepada S.Faustina mengenai Kerahiman Ilahi? Yesus minta agar Ia dilukis dengan tulisan di bawahnya: Jezu Ufam Tobie, artinya Jesus, I Trust in You (Bahasa Inggeris) atau Yesus, Engkau andalanku (Bahasa Indonesia). Itulah reaksi yang diminta Yesus dari kita, yaitu agar kita percaya secara tulus, dengan hati (bukan di bibir saja), penuh penyerahan diri, kepada-Nya.


Ayat 30 menunjukkan bahwa sebetulnya ada banyak hal yang dibuat Yesus, tetapi tidak tercatat dalam kitab Injil Yohanes. Dalam perjalanan sejarah Gereja Katolik, sudah terbukti, bahwa ada banyak misteri yang dibuka dan dijelaskan kepada kita melalui perwahyuan Yesus kepada orang-orang kudus, termasuk melalui S.Faustina. Berbahagialah mereka yang percaya, walaupun tidak mendapatkan perwahyuan Yesus secara langsung.


Paguyuban Devosi Kerahiman Ilahi, Semarang
Sekretariat: Jl Gajahmungkur Selatan 7, Semarang 50237.
Telpon/Fax: +62-24-8319.426; HP: 081.2281.6286
E-mail: paguyubankerahiman@yahoo.co.uk

Novena Pembukaan

NOVENA KERAHIMAN ILAHI

Sembilan hari sebelum Pesta Kerahiman

Sabda Tuhan Yesus kepada Santa Faustina:

“Aku menghendaki supaya selama sembilan hari engkau bawa jiwa-jiwa manusia ke dalam sumber kerahiman-Ku, Tiap-tiap hari hendaknya engkau antarkan kepada Hati-Ku suatu kelompok orang yang berbeda, lalu hendaknya engkau membenamkan mereka dalam lautan kerahiman-Ku, ...”

(Buku Catatan Harian St. Faustina, #1209)

Novena Hari 1

HARI PERTAMA – JUMAT AGUNG


DOA UNTUK SEGENAP UMAT MANUSIA


Sabda Yesus kepada St. Faustina:


“Hari ini, bawalah kepada-Ku segenap umat manusia,

khususnya semua pendosa,

lalu benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.

Dengan demikian engkau akan menghibur

Aku dalam kesedihan mendalam

yang diakibatkan oleh hilangnya jiwa-jiwa manusia.”

(BCH, #1210)


DOA:


Pemimpin/Sendiri:

Yesus yang maharahim, ciriMu yang khas ialah mengasihani kami dan mengampuni kami. Janganlah Engkau memandang dosa-dosa kami, melainkan keyakinan kami akan kebaikanMu yang tak terhingga, dan terimalah kami semua dalam kediaman HatiMu yang maharahim dan jangan biarkan kami terlepas daripadanya, selama-lamanya. Kami memohon Engkau demi kasihMu yang mempersatukan Engkau dengan Bapa dan Roh Kudus.


Umat/sendiri:

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman segenap umat manusia, khususnya para pendosa malang yang telah tertampung dalam Hati Yesus yang penuh belas kasihan. Demi sengsaraNya yang pedih, tunjukkanlah kepada mereka kerahimanMu, supaya kami dapat memuji kemaha-kuasaan kerahimanMu, sepanjang masa. Amin.



Doa Koronka



Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.


Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.


Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).


Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 2

HARI KEDUA – SABTU SUCI

UNTUK PARA IMAM, BIARAWAN-BIARAWATI

Sabda Yesus kepada St. Faustina:

“Hari ini, bawalah kepadaKu jiwa-jiwa para imam dan para biarawan-biarawati, lalu benamkanlah mereka dalam kerahimanKu yang tak terselami dalamnya. Jiwa-jiwa itu telah menguatkan Aku untuk bertahan dalam sengsara yang pedih. Melalui jiwa-jiwa itu mengalirlah kerahiman-Ku atas segenap manusia.” (BCH, #1212)


DOA:

Pemimpin/Sendiri: Yesus yang maharahim, Engkau asal segala kebaikan. Pergandakanlah dalam diri kami rahmat, supaya kami melakukan perbuatan-perbuatan belas kasihan yang layak, supaya mereka yang melihat kami, memuji Bapa kerahiman yang di surga.


Umat/Sendiri: Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu kelompok orang-orang pilihan dalam kebun anggur-Mu, jiwa-jiwa para imam dan para biarawan-biarawati. Karuniakanlah kepada mereka kekuatan berkat-Mu, dan demi perasaan-perasaan Hati Putra-Mu, tempat jiwa-jiwa itu tertampung, berilah mereka kekuatan dan terang-Mu, supaya mereka dapat menuntun orang-orang lain di jalan menuju keselamatan untuk bersama-sama memuliakan kerahiman-Mu yang tak terselami sepanjang masa. Amin.



Doa Koronka



Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.


Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.


Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).


Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 3

HARI KETIGA – HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN

UNTUK ORANG-ORANG SALEH DAN SETIA


Sabda Yesus kepada St. Faustina:

“Hari ini, bawalah kepada-Ku semua jiwa orang saleh dan setia, lalu benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu telah menghibur Aku di Jalan Salib-Ku. Mereka menjadi setetes penghiburan-Ku di tengah-tengah lautan kepahitan.” (BCH, #1214)


DOA:


Pemimpin/sendiri:

Yesus yang maharahim, yang dari perbendaharaan kerahiman-Mu dengan berlimpah-limpah mengaruniakan rahmat-Mu kepada semua orang, terimalah kami dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, dan jangan melepaskan kami sepanjang masa. Kami memohon ini demi kasih-Mu yang tak terpahami, yang menyala dalam Hati-Mu kepada Bapa surgawi.


Umat/sendiri:

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman semua jiwa yang setia sebagai warisan Putra-Mu. Demi sengsara-Nya yang pedih, berilah kepada mereka berkat-Mu supaya mereka tidak kehilangan kasih dan harta iman suci, tetapi bersama dengan semua malaikat dan para kudus memuliakan kerahiman-Mu yang tak terhingga sepanjang masa. Amin.


Doa Koronka



Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.


Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.


Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).


Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 4

HARI KEEMPAT – SENIN DALAM OKTAF PASKAH


DOA UNTUK ORANG-ORANG

YANG BELUM PERCAYA KEPADA ALLAH

KHUSUSNYA MEREKA

YANG BELUM MENGENAL KRISTUS


Sabda Yesus kepada St. Faustina:

“Hari ini, bawalah kepada-Ku orang-orang yang belum percaya kepada Allah, khususnya mereka yang belum mengenal Aku. Mereka pun telah Kupikirkan di saat-saat sengsara-Ku yang pedih, sedangkan semangat mereka di masa kemudian telah menghibur Hati-Ku. Benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.” (BCH, #1216)


DOA

Pemimpin/Sendiri:

Yesus yang maharahim, cahaya seluruh dunia, terimalah dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa semua orang yang tidak mengenal Allah dan yang belum mengenal Engkau. Semoga sinar rahmat-Mu menerangi mereka, supaya mereka pun, bersama kami, memuliakan kerahiman-Mu yang ajaib, dan jangan membiarkan mereka terlepas dari kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan.


Umat/Sendiri:

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu jiwa-jiwa semua orang yang belum mengenal Engkau, tetapi yang sudah tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Tariklah mereka kepada terang Injil. Mereka tidak tahu, betapa bahagianya mengasihi Engkau. Buatlah, supaya mereka pun memuliakan kelimpahan kerahiman-Mu untuk selama-lamanya. Amin.


Doa Koronka


Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.

Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.

Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).

Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 5

HARI KELIMA – SELASA DALAM OKTAF PASKAH


DOA UNTUK ORANG-ORANG
YANG MEMISAHKAN DIRI
DARI GEREJA KATOLIK


Sabda Yesus kepada St. Faustina:

“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa saudara-saudara yang terpisah, dan benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Pada waktu sengsara yang pedih, mereka mengoyakkan tubuh dan Hati-Ku, yaitu Gereja-Ku. Bila mereka kembali dan bersatu dengan Gereja, luka-luka-Ku menjadi sembuh, sehingga sengsara-Ku menjadi lebih ringan.” (BCH, #1218)


DOA:

Pemimpin/Sendiri:

Yesus yang maharahim, Engkau kebaikan semata-mata. Engkau tidak menolak memberi terang kepada mereka yang memintanya daripada-Mu. Terimalah ke dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa saudar yang terpisah dengan kami, dan tariklah mereka dengan terang-Mu kepada persatuan dengan Gereja. Jangan melepaskan mereka dari kediaman hati-Mu yang maharahim dan buatlah agar mereka pun memuliakan kelimpahan kerahiman-Mu.


Umat/Sendiri:

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu jiwa semua saudara yang terpisah, terutama mereka yang memboroskan kebaikan-Mu dan menyia-nyiakan rahmat-Mu dengan tetap tinggal dalam kesesatan. Janganlah memandang kesalahan-kesalahan mereka, melainkan kasih Putra-Mu serta sengsara-Nya yang pahit, yang ditanggung-Nya bagi mereka, sebab mereka pun tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Buatlah agar mereka pun memuliakan kerahiman-Mu untuk selama-lamanya. Amin. –


Doa Koronka


Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.

Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.

Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).

Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 6

HARI KEENAM – RABU DALAM OKTAF PASKAH

DOA UNTUK
ANAK-ANAK
DAN
ORANG-ORANG YANG
LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI

Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa orang yang lemah lembut dan rendah hati serta anak-anak kecil, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu paling serupa dengan Hati-Ku. Merekalah yang menguatkan Aku pada saat-saat pedih ajal-Ku. Aku melihat mereka sebagai malaikat-malaikat dunia yang akan berjaga-jaga sekitar altar-altar-Ku. Aku mencurahkan karunia-karunia-Ku atas mereka itu. Karunia-Ku hanya dapat diterima orang yang rendah hati. Orang yang rendah hatinya Kulimpahi kepercayaan-Ku.” (BCH, 1220)


DOA:

Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkau sendiri telah berkata, Belajarlah pada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Terimalah dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa orang yang lemah lembut dan jiwa-jiwa anak kecil. Jiwa-jiwa itu memukau seluruh surga dan secara khusus diperkenan oleh Bapa surgawi; mereka itu karangan bunga yang harum di depan takhta Allah, wangi harum yang dinikmati Allah sendiri. Jiwa-jiwa itu berdiam tetap dalam Hati-Mu yang penuh belas kasihan, dan tanpa henti-hentinya mengidungkan madah kasih dan kerahiman selama-lamanya.

Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman, jiwa-jiwa yang lemah lembut, rendah hati serta anak-anak kecil yang tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Jiwa-jiwa itu paling serupa dengan Putra-Mu; keharuman jiwa-jiwa itu naik dari bumi dan sampai ke tahta-Mu. Bapa kerahiman dan segala kebaikan, demi kasih dan perkenan-Mu kepada jiwa-jiwa itu, aku mohon dengan sangat: berkatilah seluruh dunia, agar semua jiwa bersama-sama memuliakan kerahiman-Mu selama-lamanya. Amin. –

Doa Koronka


Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.

Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.

Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).

Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 7

HARI KETUJUH – KAMIS DALAM OKTAF PASKAH

DOA UNTUK
ORANG-ORANG YANG
MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN
KERAHIMAN TUHAN


Sabda Yesus kepada St. Faustina:

“Hari ini, antarkanlah kepada-Ku jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman-Ku, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu paling menderita karena sengsara-Ku dan menembus masuk secara paling dalam ke dalam roh-Ku. Dalam hidup yang akan datang, jiwa-jiwa itu akan bersinar memancarkan terang yang istimewa. Seorang pun dari mereka tidak akan mengalami api neraka. Masing-masing jiwa itu akan Kubela secara khusus pada saat kematiannya.” (BCH, #1224)

DOA:

Pemimpin/Sendiri:

Yesus yang maharahim, hati-Mu kasih semata-mata. Terimalah ke dalam Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kebesaran kerahiman-Mu. Jiwa-jiwa itu tangguh karena berkekuatan Allah sendiri; dalam siksaan dan hambatan apapun mereka maju terus karena mengandalkan kerahiman-Mu. Jiwa-jiwa itu dipersatukan dengan Yesus serta memikul umat manusia atas bahu mereka. Jiwa-jiwa itu tidak akan diadili secara keras, tetapi kerahiman-Mu akan meliputi mereka pada saat ajal mereka.


Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman, jiwa-jiwa yang memuliakan dan menghormati sifat-Mu yang paling agung, yaitu kerahiman-Mu yang tak terselami, dan yang telah tertampung dalam Hati Yesus yang Maharahim. Jiwa-jiwa itu adalah Injil yang hidup, tangan mereka penuh dengan perbuatan-perbuatan belas kasihan, sedangkan hati mereka yang penuh sukacita mengidungkan lagu kerahiman bagi Yang Mahatinggi. Aku mohon kepada-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kepada mereka kerahiman-Mu seturut kepercayaan dan pengharapan yang mereka tujukan kepada-Mu. Biarlah tergenapi pada mereka janji Yesus yang telah bersabda, bahwa jiwa-jiwa yang akan memuliakan kerahiman-Nya yang tak terselami, akan dibela oleh-Nya sendiri sebagai kemuliaan-Nya sendiri, dalam hidup ini, khususnya pada saat ajal mereka. Amin.




Doa Koronka



Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.


Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.


Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).


Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 8

HARI KEDELAPAN – JUMAT DALAM OKTAF PASKAH


DOA UNTUK
JIWA-JIWA
DI API PENCUCIAN


Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang berada dalam kurungan api penyucian, dan benamkanlah mereka dalam samudera kerahiman-Ku. Biarlah aliran-aliran Darah-Ku menyejukkan mereka yang kepanasan. Semua jiwa itu sangat Kukasihi. Mereka sedang menebus keadilan-Ku. Engkau mampu memberi kelegaan kepada mereka. Ambillah dari perbendaharaan Gereja segala indulgensi dan persembahkanlah itu bagi mereka. Oh, seandainya engkau mengetahui sengsara mereka, tentu tanpa henti-hentinya, demi mereka itu, akan kau persembahkan amal rohani serta membayar lunas utang-utang mereka terhadap keadilan-Ku.” (BCH, #1226)


DOA:

Pemimpin/Sendiri:

Yesus yang meharahim, Engkau sendiri telah berkata bahwa kerahimanlah yang Kau kehendaki; maka aku mengantarkan ke dalam kediaman Hati-Mu yang maharahim jiwa-jiwa yang di api penyucian, yaitu jiwa-jiwa yang sangat Engkau kasihi, namun masih harus melunasi hutang terhadap keadilan-Mu. Semoga aliran-aliran Darah dan Air yang telah memancar dari Hati-Mu, memadamkan nyala-nyala api penyucian, supaya di situ pun kerahiman-Mu dipuji.


Umat/Sendiri:

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman jiwa-jiwa yang menderita dalam api penyucian, dan yanvg sudah tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Demi sengsara pedih Yesus, Putra-Mu, dan demi kepahitan yang memenuhi Jiwa-Nya yang tersuci, aku mohon kepada-Mu: tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada jiwa-jiwa yang sedang Engkau pandang dengan mata-Mu yang adil. Janganlah Engkau memandang mereka dengan cara lain, kecuali melalui luka-luka Yesus, Putra-Mu yang terkasih, sebab kami percaya bahwa kebaikan-Mu dan belas-kasih-Mu tidak terhingga. Amin.


Doa Koronka


Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.

Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.

Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).

Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).

Novena Hari 9

HARI KESEMBILAN – SABTU DALAM OKTAF PASKAH


DOA UNTUK
JIWA-JIWA YANG ACUH TAK ACUH


Sabda Yesus kepada St. Faustina:

“Hari ini bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang acuk tak acuh dan benamkanlah mereka dalam samudera kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu melukai Hati-Ku secara paling mendalam. Di Taman Getsemani, dalam jiwa-Ku timbul rasa penolakan yang paling mendalam terhadap jiwa-jiwa yang acuh tak acuh. Merekalah yang menjadi penyebab Aku berkata “Bapa, jauhkanlah piala ini daripada-Ku, bila demikianlah kehendak-Mu.” Pertolongan terakhir bagi mereka ialah bernaung di bawah perlindungan kerahiman Ku.” (BCH, #1228)



DOA:

Pemimpin/Sendiri:

Yesus yang maharahim, Engkaulah belas kasih semata-mata. Aku mengantarkan ke dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan jiwa-jiwa yang acuh tak acuh. Biarlah dalam api kasih-Mu yang murni, jiwa-jiwa yang sudah membeku, yang mirip mayat dan yang telah menimbulkan rasa penolakan dalam diri-Mu itu, menjadi hangat kembali. Ya Yesus yang maharahim, manfaatkanlah kemahakuasaan kerahiman-Mu, dan tariklah mereka ke dalam kehangatan kasih-Mu serta anugerahkanlah kasih kepada mereka, sebab Engkau mampu melakukan segala-galanya.


Umat/Sendiri:

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman jiwa-jiwa yang acuh tak acuh, yang sudah tertampung dalam Hati Putra-Mu yang penuh belas kasihan. Ya Bapa yang maharahim, demi sengsara Putra-Mu yang pedih dan demi ajal-Nya di salib selama tiga jam, aku mohon dengan sangat kepada-Mu: izinkanlah agar mereka pun memuliakan samudera kerahiman-Mu. Amin.


Doa Koronka


Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.

Pada manik-manik ‘Bapa Kami’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.

Pada manik-manik ‘Salam Maria’ rosario biasa, diucapkan doa sebagai berikut:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia
(10x).

Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).